Buku Postmodernisme: Kritik atas Rasionalitas dan Narasi
Besar mengkaji postmodernisme sebagai paradigma pemikiran kritis yang muncul
dari kegagalan modernisme dalam menjawab kompleksitas realitas sosial
kontemporer. Dengan menyoroti runtuhnya rasionalitas Pencerahan dan narasi
besar seperti kemajuan, emansipasi, serta objektivitas sains, buku ini
menegaskan bahwa kebenaran tidak bersifat tunggal dan universal, melainkan
plural, kontekstual, dan terikat pada relasi kuasa. Melalui pembahasan
tokoh-tokoh utama seperti Jean-Francois Lyotard, Jacques Derrida, Michel
Foucault, dan Jean Baudrillard, pembaca diajak memahami konsep-konsep kunci
seperti dekonstruksi, relativisme epistemologis, pengetahuan dan kekuasaan,
simulasi, serta hiperealitas. Buku ini juga mengulas implikasi postmodernisme
dalam bidang sains, seni, budaya populer, etika, institusi modern, hingga
kehidupan digital yang ditandai fragmentasi identitas dan krisis makna. Tidak
hanya memaparkan gagasan postmodern, buku ini turut menyajikan kritik terhadap
postmodernisme, termasuk dilema relativisme dan nihilisme. Secara keseluruhan,
buku ini menawarkan kerangka reflektif untuk memahami dunia yang plural, cair,
dan penuh ambiguitas di era modern dan digital.
Request a call back